KM Parapi: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Perwakilan Bima, Selasa, mengadakan pertemuan pembahasan program dengan instansi mitra di aula kantor Pemkab Bima. Pertemuan itu mengundang 15 SKPD, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bappeda, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan sejumlah SKPD lainnya.
Bupati Bima diwakili Asisten Administrasi
Umum Setda Kabupaten Bima, H. Makruf M Amin, SE, mengemukakan, pertemuan itu untuk meningkatkan komitmen terhadap kegiatan
yang dilaksanakan BPJS. Masing-masing sektor yang menjadi mitra langsung BPJS
Bima diharapkan lebih memahami peran masing-masing.
Soal pelayanan kesehatan ini, Makruf
mengaku banyak keluhan dari masyarakat karea masing-masing sektor masih kurang
memahami memahami peran yang seharusnya dilaksanakan dalam kerangka BPJS. “Dengan
demikian, kegiatan yang digelar BPJS ini
cukup bagus bagi peningkatan pemahaman terhadap layanan BPJS,” katanya seperti
dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda, M Chandra Kusuma AP, dalam pernyataan
pers, Selasa sore.
Katanya,
pertemuan itu diharapkan agar pelayanan kesehatan lebih optimal.
Peningkatan kinerja penyelenggaraan bidang kesehatan akan ditentukan oleh
optimalnya pencapaian target. Peserta
diharapkan serius mengikuti kegiatan agar maksimalisasi pelayanan terwujud.
Kepala Perwakilan BPJS Bima, dr Phindo Bagus
Dharmawan, M.Kes, AAK, menjelaskan pertemua itu
untuk menyamakan program, karena tantangan saat ini adalah munculnya kesenjangan informasi dimana pasien berada pada posisi
yang lemah, memiliki daya tawar rendah karena tidak banyak mengetahui
informasi.
Phindo memaparkan, dalam melaksanakan
kegiatannya, BPJS berpegang pada 3 azas, 5 program dan 9 prinsip. Azas tersebut
adalah kemanusiaan, manfaat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terkait program yang direalisasikan, terdapat jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, jaminan hari tua, pensiun dan jaminan kematian yang mengedepankan prinsip kegotong-royongan, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas dan portabilitas (berlaku diseluruh wilayah Indonesia). Prinsip lainnya yang dijalankan BPJS adalah kepesertaan wajib dan hasil pengelolaan dana yang digunakan sepenuhnya untuk pengembangan program bagi kepentingan peserta.
Diakuinya, perkembangan jumlah peserta BPJS
kesehatan di Kabupaten Bima tergolong tinggi. Sesuai data, hingga 31 Mei
2014, kepesertaan BPJS mencapai 260.799 peserta. Peserta terbanyak pada
kelompok Jamkesmas yang mencapai 220.631 peserta disusul kelompok sosial 25.068
peserta.
Untuk pelayanan kesehatan ini, BPJS menjamin
delapan jenis pelayanan kesehatan tingkat pertama, meliputi pelayanan
kesehatan non-spesialistik seperti administrasi pelayanan, pelayanan
promotif dan preventif serta pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis serta
beberapa pelayanan medis lainnya.
Untuk memenuhi harapan peserta, saat ini, fasilitas kesehatan yang berada di wikayah kerja kantor cabang BPJS Bima terdiri dari 68 Puskesmas, 20 dokter keluarga, 8 ujit klinik TNI/Polri dan 5 unit Rumah Sakit. (BA)


Posting Komentar