Aksi dimulai pukul 07.00 WITA dan masih terlihat
hingga sekitar pujuk 31.15 WITA. Belasan pemuda
itu bersikukuh tetap menutup badan jalan hingga tuntutan dipenuhi.
Namun, setelah ada
upaya negosiasi di kantor kecamatan yang melibatkan pemuda, Camat Sape,
Kapolsek, dan sejumlah Kades, blokir jalan itu pun dibuka.
Ruslan, wakil kaum
muda di lokasi mengatakan penutupan itu
dilakukan sejak Kamis pagi sebagai ekspresi kekecewaan terhadap janji perbaikan
jalan lintas Sape-Wera yang hingga kini belum direalisasikan. Sebelumnya, saat aksi demo akhira tahun 2013
lalu, ruas jalan itu dijanjikan segera dibenahi.
Dia mengonfirmasi,
sesuai surat yang diajukan sebelumnya, pemblokiran dilakukan hingga 15 Juni
nanti sampai kesepakatan perbaikan. Pemblokiran dimulai sejak pukul 07.00 WITA.
Pemblokiran itu
dibuka setelah ada kesepakatan bersama. Sayangnya, belum diperoleh konfirmasi
apasaja yang disepakati dalam pertemuan itu.
Di lokasi terlihat
Camat Sape, Kapolsek, sejumlah Kades dan elemen lainnya yang berusaha melobi
kaum muda. Mereka tidak memaksakan kehendak membuka paksa, namun memilih jalan
persuasif.
Informasi yang
dihimpun, sempat terjadi insiden yang dipicu seorang aparat yang tiba-tiba
membuka kayu penghadang jalan. Aksi sepihak itu rupanya memicu reaksi kaum muda
dan warga di sekitar persimpangan itu.
Untungnya, tidak ada
kericuhan saat itu karena berhasil diselesaikan. (BM)


Posting Komentar