Selamat datang di blog komunitas Kampung Media Sape-Lambu

Hendak Cabul, Diuber Massa

Jumat, 08 Agustus 20140 komentar


KM Parapi: Kasus dugaan pencabulan muncul di Desa Sangia Kecamatan Sape sekitar pukul 05.20 WITA, Rabu (6/8) lalu. Warga Kecamatan Langgudu, HS (40), nyaris dihajar massa karena diduga hendak mencabuli Mawar (11)—bukan nama  sebenarnya, pelajar SD.

HS berada di Sape dan tinggal pada rumah anaknya. Dua tertangkap tangan oleh Ayah bocah, Ahmad, saat menjamah tubuh korban yang tertidur lelap di  kamarnya.

HS kabur dan menyelamatkan diri  ke Polsek Sape setelah dikejar massa yang tidak menerima tindakannya. Saat di Polsek Sape pun, HS dievakuasi ke Bima melalui jalan belakang.

Di PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota, Ahmad mengaku saat menangkap basah pria itu  sedang memegang pisau. Namun, tidak  bertindak apapun dan menjaga emosinya. Dia   menggiring HS menuju anaknya dan memeriksa anggota tubuh bocah itu, termasuk alat vitalnya.

“Saat itu saya tanyakan apa yang sudah dilakukan terhadap anak saya, dia jawab belum diapa-apakan,” ujarnya.

Katanya, andai anaknya ternoda,  tidak mengetahui lagi apa yang akan terjadi, karena pisau berada dalam genggamannya.

Ibu Mawar, Asmah,  juga mengaku  pria itu berdalih ingin meminta nasi pada korban yang tertidur lelap. Wanita yang kesehariannya menjual bakulan di pasar Sape ini, mengaku sekitar pukul 05.20 WITA ba’da Subuh ke pasar Sape. Suaminya masih berada di kolong rumah.  Saat itu, HS memasuki kamar dan Mawar kaget saat dijamah. Suaminya pun bergerak dan menangkap basah.

Dia mengaku saat pulang ke rumah melihat warga sekitar yang ikut menginterogasi. Sesaat kemudian, HS  melepaskan diri dari genggaman suaminya dan kabur menyelamatkan diri  ke Polsek Sape. “Warga yang tidak menerima tindakannya mengejar. Dia selamatkan diri di Polsek Sape,” ujarnya.

Asmah mengatakan untung saat itu suaminya masih bisa menahan emosi, sehingga HS tidak dibacok. “Pai emosi rahi mada,  nawau ra tuba dou re,” katanya dalam bahasa Bima.

Anhar dan Jaharudin, tetangganya,  lalu mendatangi rumahnya. Kemudian menanyakan apa saja tindakan HS. Beberapa menit kemudian, warga lain menyusul dan HS kabur dari tangan suaminya.

Warga yang melihat pelaku melarikan diri kemudian dikejar. Untungnya, menyelamatkan diri di Polsek Sape.

Kapolsek Sape, Kompol Taufan, SH, mengaku membawa terduga pelaku di Sat Reskrim Polres Bima Kota, karena dikejar warga Sangia. Dugaan sementara, HS mencabuli anak warga setempat.

Pria Langgudu itu terpaksa digiring ke Polres Kota Bima, karena dikejar warga setempat yang ingin menghajarnya.
Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim, IPTU Didik Harianto, SH, di kantor setempat, Jumat (8/8), “Kami baru menerima laporan orangtua korban,” katanya.
Selain menerima laporan orangtua korban, jelas Kasat, juga memeriksa terduga. Namun, untuk kronologis belum lengkap diketahuinya. (BM)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Kampung Media NTB | Pemkab Bima | Irank_Scripteerrr | Kampung Kita | Info Bima Terkini
Copyright © 2013. Parapi-Sape - All Rights Reserved
Modify by irank_scripteeer
Proudly powered by Blogger