KM Parapi: Kasus dugaan pencabulan muncul di
Desa Sangia Kecamatan Sape sekitar pukul 05.20 WITA, Rabu (6/8) lalu. Warga
Kecamatan Langgudu, HS (40), nyaris dihajar massa karena diduga hendak
mencabuli Mawar (11)—bukan nama
sebenarnya, pelajar SD.
HS berada di Sape dan tinggal pada rumah
anaknya. Dua tertangkap tangan oleh Ayah bocah, Ahmad, saat menjamah tubuh
korban yang tertidur lelap di kamarnya.
HS kabur dan menyelamatkan diri ke Polsek Sape setelah dikejar massa yang
tidak menerima tindakannya. Saat di Polsek Sape pun, HS dievakuasi ke Bima
melalui jalan belakang.
Di PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota, Ahmad
mengaku saat menangkap basah pria itu sedang
memegang pisau. Namun, tidak bertindak apapun
dan menjaga emosinya. Dia menggiring HS menuju anaknya dan memeriksa
anggota tubuh bocah itu, termasuk alat vitalnya.
“Saat itu saya tanyakan apa yang sudah
dilakukan terhadap anak saya, dia jawab belum diapa-apakan,” ujarnya.
Katanya, andai anaknya ternoda, tidak mengetahui lagi apa yang akan terjadi,
karena pisau berada dalam genggamannya.
Ibu Mawar, Asmah, juga mengaku
pria itu berdalih ingin meminta nasi pada korban yang tertidur lelap. Wanita
yang kesehariannya menjual bakulan di pasar Sape ini, mengaku sekitar pukul
05.20 WITA ba’da Subuh ke pasar Sape. Suaminya masih berada di kolong
rumah. Saat itu, HS memasuki kamar dan Mawar
kaget saat dijamah. Suaminya pun bergerak dan menangkap basah.
Dia mengaku saat pulang ke rumah melihat
warga sekitar yang ikut menginterogasi. Sesaat kemudian, HS melepaskan diri dari genggaman suaminya dan
kabur menyelamatkan diri ke Polsek Sape.
“Warga yang tidak menerima tindakannya mengejar. Dia selamatkan diri di Polsek
Sape,” ujarnya.
Asmah mengatakan untung saat itu suaminya
masih bisa menahan emosi, sehingga HS tidak dibacok. “Pai emosi rahi mada, nawau ra tuba dou re,” katanya dalam bahasa
Bima.
Anhar dan Jaharudin, tetangganya, lalu mendatangi rumahnya. Kemudian menanyakan
apa saja tindakan HS. Beberapa menit kemudian, warga lain menyusul dan HS kabur
dari tangan suaminya.
Warga yang melihat pelaku melarikan diri
kemudian dikejar. Untungnya, menyelamatkan diri di Polsek Sape.
Kapolsek Sape, Kompol Taufan, SH, mengaku
membawa terduga pelaku di Sat Reskrim Polres Bima Kota, karena dikejar warga
Sangia. Dugaan sementara, HS mencabuli anak warga setempat.
Pria Langgudu itu terpaksa digiring ke Polres
Kota Bima, karena dikejar warga setempat yang ingin menghajarnya.
Kapolres Bima Kota
melalui Kasat Reskrim, IPTU Didik Harianto, SH, di kantor setempat, Jumat (8/8),
“Kami baru menerima laporan orangtua korban,” katanya.
Selain menerima
laporan orangtua korban, jelas Kasat, juga memeriksa terduga. Namun, untuk
kronologis belum lengkap diketahuinya. (BM)


Posting Komentar