Selamat datang di blog komunitas Kampung Media Sape-Lambu

Tiga Motor Pretelan Dibakar

Jumat, 08 Agustus 20140 komentar



KM Parapi: Ada insiden memalukan saat malam takbiran Idul Fitri 1435 Hijriyah di Kecamatan Sape, Minggu malam lalu. Suasana takbiran diwarnai pembakaran tiga unit sepeda motor pretelan dibakar warga setempat. Bangkai motor itu pun menjadi  tontonan gratis jamaah  yang mendatangi arena shalat Id, lapangan Semangka.

Pembakaran itu dipicu ulah sejumlah pengendara motor berknalpot racing itu yang melintas di jalur takbiran. Rupanya, saat ditegur karena suara bising yang dihasilkan motor yang dikendarainya, pengendara justru bersikap lain. Sebagian dari mereka ada yang mengeluarkan senjata tajam. Tidak sampai di situ, bahkan kembali mendatangi areal lapangan karena tidak terima diperlakukan demikian.

Massa yang sudah emosional akhirnya mengejar dan menggiringnya hingga sekitar SMPN 1 Sape. Tiga dari tujuh unit sepeda motor yang diidentifikasi dikendarai para remaja dari wilayah Barat Sape itu dibakar di pinggir lapangan, atau pada taman di sebelah Utara yang menjadi pintu masuk lapangan.

Acara takbiran keliling tingkat Kecamatan Sape dimulai dari lapangan Putih Sangia hingga lapangan Semangka. Sejumlah remaja masjid dan mushala mengekspresikan kreativitas melalui seni dekorasi dan lantunan takbir. 

Sejumlah warga di lokasi, Senin, mengatakan pembakaran itu wajar dilakukan karena mereka tidak menghormati atau membuat kebisingan saat acara takbiran. “Dibakar saja, apalagi motor pretelan tanpa surat-surat resmi,” kata seorang jamaah di lokasi.

Warga lainnya mengatakan, kejadian itu merupakan indikasi ketidaksiapan remaja menyambut Idul Fitri. Mereka berhura-hura melalui cara yang tidak Islami dan menebar suasana bising yang bertentangan dengan semangat ber-Idul Fitri.

Saat menyampaikan sambutan Bupati Bima dalam momentum Idul Fitri, Camat Sape, Muhaimin, SAdm, menyesalkan insiden itu. Camat memanfaatkan momentum keramaian itu untuk menyampaikan keprihatinannya. Katanya, acara takbiran yang seharusnya berlangsung khidmat dan syahdu diwarnai insiden memalukan.

Seharusnya umat Islam larut dalam lantunan takbir sebagai suatu syiar. Dia berharap kejadian itu tidak terulang dan akan mengevaluasi acara takbiran untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Ditemui usai shalat Id, Muhaimin menjelaskan  apa yang dilakukan para remaja itu kelewat batas, karena mereka malah mendatangi warga dan menunjukkan senjata tajam. (BM)
                    
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Kampung Media NTB | Pemkab Bima | Irank_Scripteerrr | Kampung Kita | Info Bima Terkini
Copyright © 2013. Parapi-Sape - All Rights Reserved
Modify by irank_scripteeer
Proudly powered by Blogger