KM Parapi: Ada insiden memalukan saat malam takbiran Idul Fitri 1435 Hijriyah di Kecamatan Sape, Minggu malam lalu. Suasana takbiran diwarnai pembakaran tiga unit sepeda motor pretelan dibakar warga setempat. Bangkai motor itu pun menjadi tontonan gratis jamaah yang mendatangi arena shalat Id, lapangan Semangka.
Pembakaran itu dipicu ulah sejumlah
pengendara motor berknalpot racing itu yang melintas di jalur takbiran.
Rupanya, saat ditegur karena suara bising yang dihasilkan motor yang
dikendarainya, pengendara justru bersikap lain. Sebagian dari mereka ada yang
mengeluarkan senjata tajam. Tidak sampai di situ, bahkan kembali mendatangi
areal lapangan karena tidak terima diperlakukan demikian.
Massa yang sudah emosional akhirnya mengejar
dan menggiringnya hingga sekitar SMPN 1 Sape. Tiga dari tujuh unit sepeda motor
yang diidentifikasi dikendarai para remaja dari wilayah Barat Sape itu dibakar
di pinggir lapangan, atau pada taman di sebelah Utara yang menjadi pintu masuk
lapangan.
Acara takbiran keliling tingkat Kecamatan
Sape dimulai dari lapangan Putih Sangia hingga lapangan Semangka. Sejumlah
remaja masjid dan mushala mengekspresikan kreativitas melalui seni dekorasi dan
lantunan takbir.
Sejumlah warga di lokasi, Senin, mengatakan
pembakaran itu wajar dilakukan karena mereka tidak menghormati atau membuat
kebisingan saat acara takbiran. “Dibakar saja, apalagi motor pretelan tanpa
surat-surat resmi,” kata seorang jamaah di lokasi.
Warga lainnya mengatakan, kejadian itu
merupakan indikasi ketidaksiapan remaja menyambut Idul Fitri. Mereka
berhura-hura melalui cara yang tidak Islami dan menebar suasana bising yang
bertentangan dengan semangat ber-Idul Fitri.
Saat menyampaikan sambutan Bupati Bima dalam
momentum Idul Fitri, Camat Sape, Muhaimin, SAdm, menyesalkan insiden itu. Camat
memanfaatkan momentum keramaian itu untuk menyampaikan keprihatinannya.
Katanya, acara takbiran yang seharusnya berlangsung khidmat dan syahdu diwarnai
insiden memalukan.
Seharusnya umat Islam larut dalam lantunan
takbir sebagai suatu syiar. Dia berharap kejadian itu tidak terulang dan akan
mengevaluasi acara takbiran untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Ditemui usai shalat Id, Muhaimin
menjelaskan apa yang dilakukan para
remaja itu kelewat batas, karena mereka malah mendatangi warga dan menunjukkan
senjata tajam. (BM)


Posting Komentar