Selamat datang di blog komunitas Kampung Media Sape-Lambu

Politeknik Bima Dibahas

Jumat, 16 Mei 20140 komentar

 KM Parapi: Pembahasan naskah akademik dan dokumen rencana induk (master plan) pembangunan Politeknik Negeri Bima digelar, Rabu (14/5) lalu. Bappeda  Kabupaten Bima memfasilitasi  forum diskusi terbatas.

Sebanyak  25 peserta dari berbagai elemen SKPD rumpun pertanian, pimpinan perguruan tinggi, PGRI, KNPI, KADIN, MUI dan Yayasan Islam diundang di aula SMKN 3 kota Bima.   
FGD ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda, H. Makruf M. Amin, SE,  tim penyusun naskah akademik dan peserta dari berbagai elemen.

Makruf  mengatakan,  Kabupaten Bima telah membuka babak baru dalam pendirian perguruan tinggi berdasarkan surat Dirjen Dikti melalui Direktur Kelembagaan dan Kerjasama. Globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat menuntut tersedianya tenaga ahli yang terampil dan profesional dalam mengelola industri.

Namun, katanya, dalam kenyataannya saat ini belum bisa dipenuhi. Meskipun secara kuantitatif  banyak lembaga yang bergerak di dunia pendidikan, namun lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di jalur profesional relatif masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan dunia industri.

“Apalagi  jika dikaitkan dengan kualitas lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan di jalur pendidikan profesional tersebut masih sangat terbatas jumlah lembaga pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan kalangan industri,” katanya seperti dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Aris Gunawan, dalam pernyataan pers, Jumat.

Saat itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Ir . Indra Jaya,  memaparkan beberapa tahapan penting yang telah dilalui tim. Sesuai persyaratan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI,  ada beberapa persyaratan yang mencakup penyusunan naskah akademik usul pendirian Politeknik, penyusunan master plan, tersedianya lahan seluas minimal 10 hektare dan sejumlah persyaratan lainnya. 

Katanya,    tim  di bawah Koordinator Bappeda Kabupaten Bima membuka komunikasi awal dengan Universitas Mataram  agar dapat menjalin kerjasama  dalam rangka penyusunan berbagai dokumen pendukung maupun untuk membantu membina dan memfasilitasi politeknik Bima di awal berdirinya sebelum mampu untuk berdiri sendiri.

Untuk kepentingan ini, tim asistensi yang dipimpin Prof. Dr. Muh. Iksan, hadir di Kabupaten Bima untuk memfasilitasi penyusunan dokumen yang dipersyaratkan Dirjen Dikti.  Iksan menyampaikan, saat ini tengah disusun master plan dan jurusan disesuaikan potensi wilayah.    Ke depan, pendirian Politeknik Negeri ini memiliki sejumlah keunggulan.

“Bima memiliki lokasi sebagai pintu masuk dari wilayah Timur ke Barat. Artinya kita tidak hanya melirik Bima, tetapi juga daerah lainnya seperti di NTT,” katanya.
Sesuai rekomendasi Dikti, ada empat jurusan sudah mendapat “lampu hijau”, yaitu jurusan Kesehatan Hewan, Produksi Ternak, Budidaya Perairan, Perikanan Tangkap dan Agroindustri. Jurusan ini sesuai   potensi daerah. 

Jika Politeknik beroperasi, katanya, dari segmen industri hulu, pertanian (on farm) maupun industri hilir yang selama ini cukup lemah akan  diperbaiki.  On farm ini akan diperbaiki untuk mendukung agroindustri yang  akan dapat menyerap tenaga kerja.

Koordinator tim teknis penyusun, Ir. H. Amirudin, M.Si  dari Lembaga Penelitian Unram menguraikan, terkait pendirian Politeknik Negeri ini, syarat pendiriannya  telah direspons  cepat oleh pemerintah, legislatif, dan beberapa komponen lainnya. 

FGD dihelat untuk menggali data dan informasi penting yang diperlukan dalam penyusunan naskah. Beberapa hal penting yang perlu dibahas mencakup visi dan misi  azas, program studi, struktur organisasi, tenaga pendidik dan kependidikan, dan potensi calon mahasiswa. (BM)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Kampung Media NTB | Pemkab Bima | Irank_Scripteerrr | Kampung Kita | Info Bima Terkini
Copyright © 2013. Parapi-Sape - All Rights Reserved
Modify by irank_scripteeer
Proudly powered by Blogger