KM Parapi: Pembahasan
naskah akademik dan dokumen rencana induk (master plan) pembangunan Politeknik
Negeri Bima digelar, Rabu (14/5) lalu. Bappeda Kabupaten Bima memfasilitasi forum diskusi terbatas.
Sebanyak 25 peserta dari berbagai elemen SKPD rumpun
pertanian, pimpinan perguruan tinggi, PGRI, KNPI, KADIN, MUI dan Yayasan Islam diundang
di aula SMKN 3 kota Bima.
FGD ini dihadiri Asisten
Administrasi Umum Setda, H. Makruf M. Amin, SE, tim penyusun naskah
akademik dan peserta dari berbagai elemen.
Makruf mengatakan, Kabupaten Bima telah membuka
babak baru dalam pendirian perguruan tinggi berdasarkan surat Dirjen
Dikti melalui Direktur Kelembagaan dan Kerjasama. Globalisasi dan
perkembangan teknologi yang pesat menuntut tersedianya tenaga ahli yang
terampil dan profesional dalam mengelola industri.
Namun, katanya, dalam
kenyataannya saat ini belum bisa dipenuhi. Meskipun secara kuantitatif banyak lembaga yang bergerak di dunia
pendidikan, namun lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di jalur profesional
relatif masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan dunia industri.
“Apalagi jika dikaitkan dengan kualitas lembaga
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan di jalur pendidikan profesional
tersebut masih sangat terbatas jumlah lembaga pendidikan mampu menghasilkan
lulusan yang sesuai dengan kebutuhan kalangan industri,” katanya seperti
dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Aris Gunawan, dalam pernyataan
pers, Jumat.
Saat itu, Kepala Bappeda
Kabupaten Bima, Ir . Indra Jaya,
memaparkan beberapa tahapan penting yang telah dilalui tim. Sesuai
persyaratan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI,
ada beberapa persyaratan yang mencakup penyusunan naskah akademik usul
pendirian Politeknik, penyusunan master plan, tersedianya lahan seluas minimal
10 hektare dan sejumlah persyaratan lainnya.
Katanya, tim
di bawah Koordinator Bappeda Kabupaten Bima membuka komunikasi awal
dengan Universitas Mataram agar dapat
menjalin kerjasama dalam rangka
penyusunan berbagai dokumen pendukung maupun untuk membantu membina dan
memfasilitasi politeknik Bima di awal berdirinya sebelum mampu untuk berdiri
sendiri.
Untuk kepentingan ini, tim
asistensi yang dipimpin Prof. Dr. Muh. Iksan, hadir di Kabupaten Bima untuk
memfasilitasi penyusunan dokumen yang dipersyaratkan Dirjen Dikti. Iksan menyampaikan, saat ini tengah disusun
master plan dan jurusan disesuaikan potensi wilayah. Ke depan,
pendirian Politeknik Negeri ini memiliki sejumlah keunggulan.
“Bima memiliki lokasi sebagai
pintu masuk dari wilayah Timur ke Barat. Artinya kita tidak hanya melirik Bima,
tetapi juga daerah lainnya seperti di NTT,” katanya.
Sesuai rekomendasi Dikti, ada
empat jurusan sudah mendapat “lampu hijau”, yaitu jurusan Kesehatan Hewan,
Produksi Ternak, Budidaya Perairan, Perikanan Tangkap dan Agroindustri. Jurusan
ini sesuai potensi daerah.
Jika Politeknik beroperasi,
katanya, dari segmen industri hulu, pertanian (on farm) maupun industri hilir
yang selama ini cukup lemah akan
diperbaiki. On farm ini akan diperbaiki untuk mendukung
agroindustri yang akan dapat menyerap
tenaga kerja.
Koordinator tim teknis
penyusun, Ir. H. Amirudin, M.Si dari Lembaga Penelitian Unram
menguraikan, terkait pendirian Politeknik Negeri ini, syarat pendiriannya
telah direspons cepat oleh
pemerintah, legislatif, dan beberapa komponen lainnya.
FGD dihelat untuk menggali
data dan informasi penting yang diperlukan dalam penyusunan naskah. Beberapa
hal penting yang perlu dibahas mencakup visi dan misi azas, program
studi, struktur organisasi, tenaga pendidik dan kependidikan, dan potensi calon
mahasiswa. (BM)



Posting Komentar