KM Parapi: Jika Anda
mengunjungi Kecamatan Sape sejak tiga bulan terakhir, ada suasana kontras
ketika memasuki jantung Kota Sape, ujung Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat dan
Kabupaten Bima. Masjid Besar Al-Munawarah Sape terlihat berdiri megah dan
anggun setelah dipoles menggunakan biaya besar. Jauh berbeda dengan sebelumnya.
Namun, di depan
masjid itu, atau di persimpangan tiga memasuki Kota Sape, ada taman yang
terlihat berantakan. Amburadul. Sebagian temboknya runtuh, tanahnya berserakan.
Pada sisi Barat taman itu justru menjadi tempat nyaman bagi truk untuk lokasi
parkir. Demikian juga dengan benhur.
Sejumlah warga Sape
mengharapkan agar taman itu segera dibenahi, apalagi letaknya sangat strategis
di jantung Kota Sape. Kondisi berantakan itu sudah berlangsung bertahun-tahun
dan hingga kini belum ada upaya pembenahan.
“Taman itu merusak
pemandangan, apalagi berada di depan Masjid Al-Munawarah yang sudah megah dan
jantung Kota Sape,” ujar Ida, warga Sape.
Dia menilai,
pembenahan taman itu mendesak dilakukan untuk menambah indah suasana sekitar
masjid. Atau segera dibongkar saja sambil dipikirkan model taman baru yang
ingin dibuat. (BM)


Posting Komentar